Slogan SMK yang santer terdengar “SMK Bisa!” mulai nampak loyo dan kuyu
melihat fakta BPS menyoal jumlah pengangguran. SMK yang sejatinya
mempersiapkan generasi sekolah menengah untuk siap terjun ke dunia kerja
nampaknya ironi semata. Slogan dismping ini sepertinya hanya membara saat
generasi muda menempuh di jenjang sekolah. Sedang di dunia kerja,
penyerapan baik yang diharapkan nampak belum optimal.
Melihat rilisan BPS tentang jumlah pengangguran di Indonesia, lulusan
SMK masih menjadi nomor wahid penyumbang pengangguran. Sekitar 11,19%
dari total tersebut atau sekitar 814 ribu orang, merupakan tamatan
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).